Sudah menjadi rahasia umum, bahwa seorang junior harus menghormati seniornya. Di dunia pendidikan yang ku tahu begitu, dan kurasa berlaku juga dimanapun itu. Senior selalu berkaitan dengan orang tua dan junior yang lebih muda. Bukan hanya perihal umur, tapi isi otak juga lebih sedikit sebanding dengan pengalamannya , kata mereka. Membantah ke yang lebih tua itu durhaka, ngelamak kalo bahasa jawanya. Terlebih di dunia kesehatan. Sudah menjadi aturan tak tertulis untuk junior tunduk dan patuh ke senior. Aku tak ingin menyinggung kasus-kasus senior junior yang belakangan ini sedang ramai. Pertama, ini bukan ranahku dan yang kedua kejadian ini tidak terjadi di depan mataku. Bukan berarti tak percaya dan tak berempati. Aku hanya tidak mau menjadi saksi hal yang tak kusaksikan. Ku harap kalian mengerti maksudku Di dalam dunia kesehatan yang notabene masa pendidikannya lebih lama dari jurusan lain, seperti ada aturan mutlak tak tertulis yang entah sejak kapan dan siapa pencetusnya....
Orang yang rame itu adalah orang yang wawasannya luas. Orang yang banyak bicara adalah orang yang punya pengetahuan paling banyak. Itukah yang kalian pikir saat mendengar kata insight? Dulu aku juga pikir begitu. Orang yang ramai adalah orang yang punya bahan obrolan paling banyak. Itu artinya dia punya wawasan banyak. Tapi dewasa kini, aku mulai banyak tau pentingnya mendengarkan dan hanya duduk diam. Aku mulai sadar betapa banyak omongan yang isimya hanya kekosongan. Betapa banyak debat yang tak berujung solusi karena merasa benar diantara keduanya. Banyak omong bisa jadi cara seseorang menunjukkan egonya. Dengan catatan, jika tidak pada tempatnya. Jika dulu aku selalu terima apapun yang circleku tawarkan atas sebuah obrolan. I try to let go, if everybody’s there just give me obrolan dengan bahan kosong. “Ketika kamu bicara kamu hanya sedan mengulang apa yang kamu tahu, ketika kamu mendengar kamu sedang belajar ilmu baru.” Dalai lama Dewasa kini rasanya sulit sekali me...