Langsung ke konten utama

HIDAYAH

 

Apa hal pertama yang kalian pikirkan saat mendengar kata hidayah?

Bagiku, hidayah itu mahal harganya. Bahkan saking mahalnya sampai tak terhingga. Nggak ada jaminan hidayah datang dengan banyaknya uang yang manusia punya. Nggak ada jaminan hidayah datang pada orang yang punya jabatan penting di suatu negara.

Hidayah hanya akan diberikan pada orang-orang pilihkan yang memang Allah beri petunjuk khusus untuk lebih dekat kepada-Nya.

“Entarlah, nunggu hidayah dateng”

“Iya nanti pas udah dapet hidayah”

Kira-kira itu respon yang kudapat saat aku coba tipis-tipis berdakwah. Entah mulai dari masalah tutup aurat sampai pentingnya shalat wajib. 

Awal-awal aku B aja. Aku hanya melakukan itu murni untuk  menggugurkan kewajiban sebagai seorang hamba yang terus melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. Sampai akhirnya, karena terlalu eneg dengan jawaban serupa, aku jadi mikir: 

apa arti hidayah sesungguhnya? Benarkah hidayah perlu ditunggu sedemikian rupa? Lalu bagaimana jika di sisa umur yang kita punya tak kunjung datang juga hidayah? Bukankah hanya akan hidup sia-sia.

Sampai aku merujuk pada satu kesimpulan. Bahwa hidayah itu di jemput bukan di tunggu. Hidayah itu harus diminta bukan malah pasrah.

Sekali lagi, hidayah itu mahal harganya. Saking mahalnya hingga harganya tak terhingga.

Seringkali hidayah terasa saat sudah kehilangan hal berharga. Entah harta benda atau mungkin orang tercinta. Hidayah baru terasa saat seseorang di khianati oleh manusia yang dulunya menjadi tempat aman ternyaman. Hidayah baru terasa saat yang kita rencanakan matang ternyata masih punya celah untuk gagal. Saat kita merasa ada kekuatan lain dalam hidup kita dan sadar bahwa bahkan kita tak punya andul di hidup kita barang sedikit saja, saat itulah hidayah terasa.

Maka, kembalilah. Allah Maha Pengampun dan Maha penyayang. Minta dan jemput hidayah itu sekarang juga. Jika kau merasa hidupmu sudah sejauh itu, justru sekaranglah Allah jemput kau dengan hidayah. Kau mau ikut atau tidak untuk terus hidup di jalan Allah, itu pilihanmu. 

Semoga  menjadi manusia yang selalu berada dalam koridor taat dan taqwa

Komentar