Apa hal pertama yang kalian
pikirkan saat mendengar kata hidayah?
Bagiku, hidayah itu mahal
harganya. Bahkan saking mahalnya sampai tak terhingga. Nggak ada jaminan
hidayah datang dengan banyaknya uang yang manusia punya. Nggak ada jaminan hidayah
datang pada orang yang punya jabatan penting di suatu negara.
Hidayah hanya akan diberikan pada
orang-orang pilihkan yang memang Allah beri petunjuk khusus untuk lebih dekat
kepada-Nya.
“Entarlah, nunggu hidayah dateng”
“Iya nanti pas udah dapet hidayah”
Kira-kira itu respon yang kudapat saat aku coba tipis-tipis berdakwah. Entah mulai dari masalah tutup aurat sampai pentingnya shalat wajib.
Awal-awal aku B aja. Aku hanya melakukan itu murni untuk menggugurkan kewajiban sebagai seorang hamba yang terus melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. Sampai akhirnya, karena terlalu eneg dengan jawaban serupa, aku jadi mikir:
apa arti hidayah sesungguhnya? Benarkah hidayah perlu ditunggu
sedemikian rupa? Lalu bagaimana jika di sisa umur yang kita punya tak kunjung
datang juga hidayah? Bukankah hanya akan hidup sia-sia.
Sampai aku merujuk pada satu
kesimpulan. Bahwa hidayah itu di jemput bukan di tunggu. Hidayah itu harus
diminta bukan malah pasrah.
Sekali lagi, hidayah itu mahal
harganya. Saking mahalnya hingga harganya tak terhingga.
Seringkali hidayah terasa saat
sudah kehilangan hal berharga. Entah harta benda atau mungkin orang tercinta.
Hidayah baru terasa saat seseorang di khianati oleh manusia yang dulunya
menjadi tempat aman ternyaman. Hidayah baru terasa saat yang kita rencanakan
matang ternyata masih punya celah untuk gagal. Saat kita merasa ada kekuatan
lain dalam hidup kita dan sadar bahwa bahkan kita tak punya andul di hidup kita
barang sedikit saja, saat itulah hidayah terasa.
Maka, kembalilah. Allah Maha Pengampun dan Maha penyayang. Minta dan jemput hidayah itu sekarang juga. Jika kau merasa hidupmu sudah sejauh itu, justru sekaranglah Allah jemput kau dengan hidayah. Kau mau ikut atau tidak untuk terus hidup di jalan Allah, itu pilihanmu.
Semoga menjadi manusia yang
selalu berada dalam koridor taat dan taqwa
Komentar
Posting Komentar