Dulu, mereka yang dikenal banyak orang udah pasti mereka yang
punya karya hingga mereka jadi terkenal. Mereka ini adalah orang-orang unik
yang nggak semua orang punya keunikan itu. Ada yang dari lama jadi penyanyi di
daerah atau bahkan pemain sinetron yang kebetulan aktingnya paling bagus. Bagian
“orang biasa” baru akan muncul kalo ada kejadian-kejadian heboh dan itupun masu
ke kanal berita. Tapi itu dulu.
Makin canggih teknologi dan sosial media makin ramah. Makin bebas
orang mau berekspresi tanpa kekangan undang-undang dan rating TV. Jadi terkenal
semudah membalikkan telapak tangan. Nggak perlu juga effort tinggi dengan
durasi puluhan detik, lalu BOOM. Semua atensi langsung di dapat. Yang sekarang
kita kenal dengan sebutan VIRAL. Suatu informasi atau berita yang sangat cepat
menyebar luas. Sekiranya itu yang ku tangkap dari pengertiannya
Di dunia digital sekarang yang seolah kalo nggak nongol di
intenet berarti nggak hidup, emang cukup menanatang.Dunia seolah ingin tiap
manusia menunjukkan eksistensinya di sosial media. Bukan hanya manusia,
bahkan makanan kalo nggak ada seliweran di sosmed pasti bikin ragu
pelanggannya. At least, harus terdaftar di google map sambil ngeliatin review
atau sekedar dapet rating bintang berapa.
Jadi viral sebenernya gampang susah gampang. Orang selalu tertarik dengan hal baru dan yang nggak pernah mereka tahu. Kalo hal yang kita tawarkan bikin penasaran, you'll got their attention, then. Dan ini nggak pandang bulu. Mau baik buruk. mau jelek bagus. Bervalue atau kosong. Asal hal baru, you got it. Tapi sebagai manusia kita tentu ingin menyebarkan hal yang memang selaras dengan apa yang jadi visi misi kita hidup. Viral punya banyak arti. Kalaupun viral terdengar menarik apakah viralmu justru membuatmu menjadi orang lain? Kamu yang tau jawabannya.
Setiap orang pasti nggak ingin jadi bahan olokan dan dipermalukan.
Itu yakinku. Dan tentang viral, kamu bisa terkenal dengan ataupun tanpa membuat
dirimu malu. Ada yang viral dengan karya yang membanggakan, tapi ada juga yang
viral sekejab hanya untuk dijadikan olokan. Di dunia internet yang gampang sekali
mendapatkan perhatian, orang-orang yang kurang perhatian pasti butuh pengakuan.
Berapa banyak yang viral karena aksi pembodohan yang dilakukan? Berapa banyak
yang ingin terkenal dengan melakukan hal yang memalukan.
Dalam hidup kita butuh prinsip yang kuat untuk dijadikan
tiang. Bijak bersosial media karna karya yang di sebar di sana akan kekal
selamanya. Memakai sosial media itu pilihan personal. Bukan berarti yang tak
hidup disana berarti rendah. Bisa jadi mereka hanya ingin menimati sendiri
dengan orang-orang terdekatnya. Yang banyak bersosmed juga bukan berarti haus
perhatian, bisa jadi mereka sedang menginspirasi dengan mnyebar banyak manfaat.
Bijak bersosial media dan menhargai pilihan orang lain.
Komentar
Posting Komentar